Terinspirasi oleh tulisan sdri. Jessica Helena Wuysang di komunitas, fotografer.net, dan ada beberapa pertanyaan teman-teman tentang bagaimana membentuk komposisi yang bagus, berikut bisa saya jabarkan apa itu komposisi dan tips trik komposisi yg bagus. disadur dari tulisan sdr jessica dan beberapa buku fotografi lainnya.
Komposisi dalam dunia fotografi dapat diartikan sebagai keseimbangan antara beberapa unsur-unsur penting pembentuk image. Unsur-unsur penting itu terdiri atas: garis, outline, bentuk objek, warna, dan kontras.
Dalam teori fotografi klasik, harus selalu ada satu titik/objek yang menjadi pusat perhatian utama atau sering disebut sebagai POI (point of interest). Komposisi dalam hal ini adalah penataan posisi, subordinasi, kontras cahaya atau intensitas cahaya pada subjek dibandingkan sekitarnya atau pengaturan sedemikian rupa yang membentuk arah yang membawa perhatian penikmat foto pada titik atau POI tersebut. Masing-masing unsur itu perlu mendapat proporsi yang cukup dan seimbang dengan unsur-unsur lainnya sehingga secara keseluruhan foto menjadi menarik. Perlu adanya keseimbangan antara gelap dan terang, antara bentuk padat dan ruang terbuka atau warna-warna cerah dengan warna-warna redup.
Sementara fotografi modern sudah tidak terlalu kaku dalam mengartikan komposisi. Komposisi diartikan sebagai kreativitas fotografer untuk mengakomodasikan unsur-unsur komposisi klasik yang available untuk menghasilkan pengaruh visual yang mampu menyampaikan pesan perasaan atau expresi anda, atau juga kadang-kadang beberapa fotografer suka menampilkan seni foto yang cenderung eksentrik, tampil beda, lepas dari pakem-pakem yang sudah baku. Terlebih lagi software jaman sekarang, sangat mendukung hal itu.
Tetapi yang jelas, apa pun aliran fotografi yang anda minati, klasik ataupun kontemporer, keseimbangan tetaplah menjadi kata kunci dari pembentukan komposisi image yang indah dan menarik.
Beberapa buku menyebutkan unsur-unsur komposisi sbb:
- Garis
Fotografer yang baik kerap menggunakan garis pada karya-karya mereka untuk membawa perhatian pengamat pada subjek utama. Garis juga dapat menimbulkan kesan kedalaman dan memperlihatkan gerak pada gambar. Ketika garis-garis itu sendiri digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah gambar-gambar menjadi menarik perhatian. Tidak penting apakah garis itu lurus, melingkar atau melengkung, membawa mata keluar dari gambar. Yang penting garis-garis itu menjadi dinamis. - Shape
Salah satu formula paling sederhana yang dapat membuat sebuah foto menarik perhatian adalah dengan memberi prioritas pada sebuah elemen visual. Shape adalah salah satunya. Kita umumnya menganggap shape sebagai outline yang tercipta karena sebuah shape terbentuk, pada intinya, subjek foto, gambar dianggap memiliki kekuatan visual dan kualitas abstrak. Untuk membuat shape menonjol, anda harus mampu memisahkan shape tersebut dari lingkungan sekitarnya atau dari latar belakang yang terlalu ramai. Untuk membuat kontras kuat antara shape dan sekitarnya yang membentuk shape tersebut. Kontras ini dapat terjadi sebagai akibat dari perbedaan gelap terang atau perbedaan warna.
Sebuah shape tentu saja tidak berdiri sendiri. Ketika masuk kedalam sebuah pemandangan yang berisi dua atau lebih shape yang sama, kita juga dapat meng-crop salah satu shape untuk memperkuat kualitas gambar. - Form
Ketika shape sendiri dapat mengindentifikasikan objek, masih diperlukan form untuk memberi kesan padat dan tiga dimensi. Hal ini merupakan faktor penting untuk menciptakan kesan kedalaman dan realitas. Kualitas ini tercipta dari bentukan cahaya dan tone yang kemudian membentuk garis-garis dari sebuah objek. Faktor penting yang menentukan bagaimana form terbentuk adalah arah dan kualitas cahaya yang mengenai objek tersebut. - Tekstur
Sebuah foto dengan gambar teksur yang menonjol dapat merupakan sebuah bentuk kreatif dari shape atau pattern. Jika memadai, tekstur akan memberikan realisme pada foto, membawa kedalaman dan kesan tiga dimensi ke subyek anda.
Tekstur dapat terlihat jelas pada dua sisi yang berbeda. Ada tekstur yang dapat ditemukan bila kita mendekatkan diri pada subyek untuk memperbesar apa yang kita lihat, misalnya bila kita ingin memotret tekstur permukaan sehelai daun. Ada pula saat dimana kita harus mundur karena subyek yang kita tuju adalah pemandangan yang sangat luas. Tekstur juga muncul ketika cahaya menerpa sebuah permukaan dengan sudut rendah, membentuk bayangan yang sama dalam area tertentu.
Memotret tekstur dianggap berhasil bila pemotret dapat mengkomunikasikan sedemikian rupa sehingga pengamat foto seolah dapat merasakan permukaan tersebut bila menyentuhnya. Sama seperti pattern, tekstur paling baik ditampilkan dengan beberapa variasi dan nampak melebar hingga keluar batas gambar. - Patterns
Pattern yang berupa pengulangan shape, garis dan warna adalah elemen visual lainnya yang dapat menjadi unsur penarik perhatian utama. Keberadaan pengulangan itu menimbulkan kesan ritmik dan harmoni dalam gambar. Tapi, terlalu banyak keseragaman akan mengakibatkan gambar menjadi membosankan. Rahasia penggunaan pattern adalah menemukan variasi yang mampu menangkap perhatian pemerhati.
Pattern biasanya paling baik diungkapkan dengan merata. Walaupun pencahayaan dan sudut bidikan kamera membuat sebuah gambar cenderung kurang kesan kedalamannya dan memungkinkan sesuatu yang berulangkali menjadi menonjol.
Berbekal dengan prinsip-prinsip komposisi di atas, berikut ada beberapa jurus manjur yang bisa diterapkan untuk menciptaknan image berkomposisi menarik:
- Rule of thirds
Bayangkan ada garis-garis panduan yang membentuk sembilan buah empat persegi panjang yang sama besar pada sebuah gambar. Elemen-elemen gambar yang muncul di sudut-sudut persegi panjang pusat akan mendapat daya tarik maksimum. - Format : Horizon atau Vertikal
Proporsi empat persegi panjang pada viewinder memungkinkan kita untuk melakukan pemotretan dalam format landscape/horizontal atau vertikal/portrait. Perbedaan pengambilan format dapat menimbulkan efek berbeda pada komposisi akhir. Lihatlah pada jendela bidik secara horizontal maupun vertikal dan tentukan keputusan kreatif untuk hasil terbaik. - Keep it simple
Dalam beberapa keadaan, pilihan terbaik adalah keep it simple. Sangat sulit bagi orang yang melihat sebuah foto apabila terlalu banyak titik yang menarik perhatian. Umumnya makin ?ramai? sebuah gambar, makin kurang menarik gambar itu. Cobalah berkonsentrasi pada satu titik perhatian dan maksimalkan daya tariknya. - Picture scale
Sebuah gambar yang nampak biasa namun menjadi menarik karena ada sebuah titik kecil yang menarik perhatian. Dengan pemotretan landscape atau monument, kembangkan daya tarik pemotretan dengan menambahkan obyek yang diketahui besarnya sebagai titik perhatian untuk memberikan kesan perbandingan skala. - Horizons
Merubah keseimbangan langit dan tanah dapat mengubah pemandangan gambar secara radikal. Bila gambar hampir dipenuhi oleh langit akan memberikan kesan polos terbuka dan lebar tapi bila langit hanya disisakan sedikit di bagian atas gambar, akan timbul kesan penuh. - Leading lines
Garis yang membawa mata orang yang melihat foto ke dalam gambar atau melintas gambar. Umumnya garis-garis ini berbentuk :
Garis-garis yang terlihat secara fisik misalnya marka jalan atau tidak terlihat secara langsung misalnya bayangan, refleksi. - Be different
Barangkali ada bidikan-bidikan lain yang dapat diambil selain pendekatan dari depan dan memotret paralel ke tanah. Bergerak mendekat dari yang diduga seringkali menghasilkan efek yang menarik. - Colour
Membuat bagian dari gambar menonjol dari background. Cara utama untuk memperoleh hal ini adalah memperoleh subyek yang warna atau nadanya berbeda secara radikal dengan background. - Framing
Bila subyek secara khusus mempunyai bentuk yang kuat, penuh frame dengan subyek. Baik itu dengan cara menggunakan lensa dengan fokus lebih panjang atau bergerak mendekati subyek. - Shooting position
Ketika kita merasa jenuh dengan komposisi yang itu-itu saja, cobalah meurbah sudut pandang sepenuhnya. Misalnya posisi duduk ke posisi berdiri atau pengambilan bidikan dari atas atau bawah dari subyek. - Number of subject
Pemotretan dengan banyak subyek yang relatif seragam, kurang menarik dari pandangan komposisi. Temukanlah salah satu subyek yang ‘berbeda’ diantara sekian banyak subyek tersebut. Berbeda diartikan berbeda gerakan, bentuk dan warna.
Popularity: 58% [?]
|
Subscribe via RSS
Stumble it
Digg it
Deli.icio.us
Technorati
2008-02-20 01:56:02
Yuk tariiik kang …. terimakasih atas bagi bagi jurus nya bli
2008-02-22 01:06:45
Bli, apa maksudne kamera yang full frame dan tidak full frame?
-pertanyaan nubie ne bli-
2008-02-24 05:06:04
A full-frame digital SLR is a digital single-lens reflex camera fitted with an image sensor that is the same size as a 35 mm negative.[1][2] This is in contrast to cameras with smaller sensors, typically of a size equivalent to APS-C-size film, much smaller than a full 35 mm frame. As of 2007 the majority of digital cameras, both compact and SLR models, use a smaller-than-35 mm frame, as it is easier and cheaper to manufacture imaging sensors at a smaller size. Historically, the earliest digital SLR models, such as the Kodak DCS-100, also used a smaller sensor.
When a lens designed for a full frame is mounted on a smaller-than-full-frame camera, only the center of the imaging area is captured. The edges are cropped off, which has the effect of zooming in on the center section of the imaging area. The ratio of the size of the captured image to the size of the full-frame 35-mm format is known as the “crop factor” or “focal-length multiplier”, and is typically in the range 1.3–2.0 for non-full-frame digital SLRs.
Nikon, which introduced their first full frame camera, the D3, in 2007, refers to the format as the FX format, as opposed to the APS-C format, which they refer to as the DX format.
2008-02-22 07:27:52
Top banget tipsnya, kayaknya saya gak perlu beli buku fotografi yang mahal2, baca di sini aja deh.
Thanks a lot!
2008-02-24 05:04:39
hehehe… thanks supportnya.
motivasi menuliskan semua ini juga agar bisa belajar dan mengingat-ingat lagi.
pepatah bilang, dengan “mengajar” kita belajar 2x lebih banyak.
tetapi lebih suka kata mengajar diganti dengan berbagi informasi atau bertukar informasi.
2008-02-22 09:34:53
Kalo saya punya definisi sendiri buat full frame sama nggak full frame. Kamera nggak full frame = kamera yang saya punya.
Kamera full frame - kamera yang saya pengen.
Hehehehe.
2008-02-26 00:45:34
definisi terlutju sepanjang masa. wakakakakkk
2008-02-22 21:44:13
kalo saya yang ga punya kamera gimana donk bli? ga ada donk definisi ne
2008-02-24 05:08:58
heheh… gaya den bose niki.
DX format is quit nice. cuman pas main wide aja perlu lensa-lensa super lebar. soalnya ada faktor pengali 1.5 untuk tiap mm jarak shot. lensa 18mm jadi 28mm (di film kamera)
…tapi enak untuk main tele. lensa 200mm jadi 300mm.
2008-02-25 20:02:50
Wah, bisa belajar nih dari tip2 ini.
2008-03-03 07:47:05
…. waduh t.o.p banget dah tips komposisinya,
2008-05-30 23:56:30
Tekstur yang susah banget bikinnya ya?